Peringatan Haul yang ketiga KH. Kgs. A. Nawawi Dencik, Al-Hafizh berlangsung khidmat. Acara yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Ahlul Qur'an Palembang ini dihadiri oleh seribuan jamaah dan muhibbin, termasuk ratusan santri dan alumni dari Pondok Pesantren Ahlul Quran dan Al-Lathifiyyah (Pesantren yang didirikan oleh Kyai Nawawi). Selain itu juga tampak sejumlah tokoh seperti Dr. Marzuki Alie (Mantan Ketua DPR RI), KH. Mal An 'Abdullah (Sesepuh NU Sumatera Selatan), Prof. Dr. Ris'an Rusli (Dekan Fakultas Ushuluddin UIN Raden Fatah Palembang), KH. Hendra Zainuddin (Ketua PCNU Palembang), dan sebagainya.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia yang sekaligus merupakan putera dari KH. Kgs. A. Nawawi Dencik, Kgs. Adlan Maghfur, mengucapkan terimakasih yang sebesar-sebesarnya atas kerelaan hadirin melangkahkan kaki ke acara Haul. "Semoga kita semua yang hadir pada acara ini termasuk dalam kelompok Ahlul Quran, Ahlullah wa Khasshatuh," tukas Gus Adlan, panggilan akrabnya.
Dibuka oleh Ust. Sulaiman M. Nur dan Kgs. H. Muhsin Dencik, acara dimulai dengan pembacaan Yasin oleh Ust. H. Bangun Syahraya, Tawassul dan Tahlil oleh al-Habib Umar al-Munawwar, Maulid Barzanji oleh Tim Hadrah Gabungan yang dipimpin Ust. Syafiq Irawan dan Ust. Kms. Firdaus Azhari. Qari Abi Quhafah melantunkan bacaan al-Quran dengan lantang dan syahdu. Sementara pada saat mahallul qiyam, dihadirkan sejumlah bayi yang diakikahi dan diresmikan namanya dalam acara ini.
Puncak acara adalah tausiyah dari al-Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan. Sosok yang terkenal sebagai salah satu murid kinasih dari al-Habib Umar bin Hafizh dan pimpinan Pondok Pesantren al-Fahriyyah Jakarta ini tampaknya menjadi magnet kuat bagi para jamaah. "Al-Qalb al-ladzi laisa fihil quran kal baitil kharib", tukas Habib Jindan mengutip Sabda Nabi Saw, "Hati, jiwa, sanubari yang di dalamnya tidak ada al-Quran, ibarat rumah yang ditelantarkan, rumah yang kosong, rumah yang bobrok, nggak nyaman, kotor, bau, menjadi sarang penyakit, menjadi sumber kedengkian, sumber kebencian, sumber provokasi, sumber kejahatan, sumber iri, sumber hasad, wal 'iyadzu billah min dzalik."
Habib Jindan juga menyatakan, masih mengutip Sabda Nabi Saw, "Man ja'alal qur'aana amaamah, qodahu ilal jannah. Wa man ja'alal qur'ana wara'a zhahrih, saqqahu ilan naar. (Orang) yang menjadikan al-Quran di depannya, sebagai tuntunannya, maka al-Quran akan menuntunnya ke surga. Tapi (orang) yang menjadikan al-Quran di belakang, dia membelakangi al-Quran, tidak mempedulikan al-Quran, maka al-Quran akan mendorong dia ke dalam api neraka.
Di tengah keramaian itu, sosok yang sejak awal hadir dengan takzhim, dan mengikuti acara yang sebelumnya dibuka dengan khatmil quran bil ghaib dan temu alumni itu berkomentar, "Subhanallah, acara penuh ketakziman. Semoga kita semua mendapatkan tetesan berkah dari Kyai Nawawi, juga para ulama dan habaib yang hadir di majelis ini. Hanya satu yang menggangu saya sejak awal, 'orang dulu itu mengejar ulama untuk memperoleh ilmu dan barakah, orang sekarang mengejar ulama untuk berfoto'."
Berikut video persembahan dari para Santri dan Muhibbin sang Kyai: