Berlian dan Kerikil

Suatu ketika, aku pernah ditanya oleh seseorang, "sebenarnya hal apa yang bisa membuatmu sekuat ini? tetap tenang ketika ada yang menghina bahkan tidak protes sama sekali?" 

Melihat raut wajahnya yang heran, aku hanya tersenyum dan berkata, "kuncinya ada dihati, kawan." selama ini aku telah membiasakan hatiku, untuk selalu menganggap diriku seperti kerikil, namanya juga kerikil wajar saja kalau diinjak, karena memang pantas, begitupun juga diriku yang hanyalah manusia biasa, tidak pernah terlepas dari salah dan dosa, jadi sangat wajar jika ada orang yang menghina.

Lain halnya dengan berlian ia selalu dipuji dan diletakkan ditempat yang tinggi. Berlian itu ibarat baginda nabi muhammad saw. beliau adalah seorang insan yang sangat mulia, tidak ada seorangpun yang pantas menghinanya, bahkan kalaupun masih ada, hal itu sama sekali  tak akan mengurangi kemuliaan beliau. 

Allah Swt telah memuliakan nabi Muhammad saw, bahkan kita juga diperintahkan untuk bersholawat kepada baginda serta memujinya, hanya saja batasannya adalah jangan sama seperti kaum Nasrani yang memuji nabi Isa as sampai mereka menuhankannya,, naudzubillah

Kawan!

Setiap manusia biasa pasti berpotensi untuk menyakiti, tidak perlu menyalahkan mereka ataupun keadaan, kamu hanya perlu menyiapkan ruang dihatimu sebagai tempat untuk rasa sakit itu, supaya ketika ia datang, hatimu sudah siap menerimanya. 

Convinced

Posting Komentar