"Wahai mawar, apabila kau bukan ranting yang kering, apabila kau memang sosok sejati, keluar lalu hadapilah aku!" Tanya musim gugur kepada bunga mawar.
Mawar pun menjawab, "Wahai musim gugur, di hadapanmu aku hanyalah sekedar ranting kering yang biasa. Kau bijak namun menggugurkan impian. Jadi, katakanlah sesukamu. Aku tidak peduli. Sebab indah dan harumnya diriku hanya akan aku tampakkan kepada ia yang benar-benar menjaga dan merawatku."
Musim gugur menginginkan Mawar, akan tetapi Mawar menginginkan Matahari. Karena musim gugur mengubur dalam-dalam impian dan dengan mudahnya menjatuhkan. Sedangkan Matahari menyinari, memberikan kehangatan kepada Mawar untuk tumbuh dan berkembang. Namun sayangnya, Matahari memberikan sinar dan kehangatannya kepada siapa saja tanpa memandang apapun.