"Kriiiiiingggggg............"
Bel pulang berbunyi.
Waktu sudah menunjukkan pukul 13.00. Siswa-siswi berhamburan keluar
dari kelas. Ada yang menuju ke kantin untuk sekedar membasahi tenggorokannya
yang sudah lama kering, ada yang langsung pulang ke rumah dengan kendaraannya
sendiri, ada juga yang duduk-duduk di depan kelas sembari menunggu jemputan
mereka datang.
Lail, salah satu siswa di sekolah itu juga sedang menunggu ayahnya. Namun, hampir setengah jam menunggu, ayahnya tak kunjung datang. Ia hendak menelepon orang tuanya, tetapi ternyata ia lupa membawa ponsel. Akhirnya, ia berinisiatif untuk memakai telepon umum di depan kantor sekolahnya. Lail tak menelpon ibunya karena ia tahu ibunya masih di kantor, sedangkan ia tidak hafal nomor ayahnya. Ia pun memutuskan untuk menelpon nomornya sendiri. Berharap ayahnya akan mendengar bunyi ponsel di kamarnya dan mengangkatnya. Setibanya di sana ia segera mengangkat gagang telepon dan menekan beberapa angka.
"Tuuut.....tuuut....." Bunyi tanda telepon tersambung
"Halo" suara seseorang dari balik telepon mulai terdengar
"Halo ini siapa?" Tanya Lail heran. Sebab ia tahu ibunya sedang tidak di rumah. Lalu siapa wanita yang sedang berbicara di sana?
"Halo, ini siapa? ayah dimana?" Lanjut Lail
"Ini siapa? ayah siapa yang kamu maksud?" Jawab suara itu
Beberapa saat Lail nampak terdiam. Ia bergeming setelah mendengar dengan jelas suara yang berasal dari balik telepon. Suara itu mirip sekali dengan suaranya sendiri. Lail tahu sebab ia sering merekam suaranya sendiri di ponselnya.
"Halo, haloo, halooo" sapa Lail
Tak ada jawaban di sana. Tak lama kemudian sambungan telepon itu terputus. Lail makin penasaran. Ia pun menelepon berulang-ulang nomornya itu. Tetapi kali ini tak ada jawaban sama sekali. Hingga akhirnya ia pun memutuskan pulang dengan berjalan kaki.
Sesampainya di rumah, ia bergegas menuju kamarnya. Tidak ada
siapapun di sana. Ponselnya juga masih tergeletak di meja belajar sama seperti
saat ia meninggalkannya tadi pagi. Anehnya, setelah diperiksa, ternyata tidak
ada riwayat panggilan telepon dari siapapun di sana. Hanya ada pesan singkat
dari ayahnya yang mengabarkan bahwa hari ini ia tak bisa menjemput Lail sebab
ada pekerjaan mendadak di kantornya. Lail pun semakin keheranan. Sebenarnya apa
yang telah terjadi? Ia mengernyitkan dahi sebagai tanda bahwa ia sama sekali
tak mengerti.
3 tahun berlalu......
Lail sudah duduk di kelas 2 SMA. Hari ini, ia tidak masuk sekolah karena demam. Seharian, Lail hanya berbaring di kamarnya. Sesekali ia memainkan ponselnya dan menonton film karena bosan. Saat sedang asyik menonton tiba-tiba dering telepon terdengar. Ia segera melirik ke arah ponsel di sampingnya. Di sana terlihat nomor yang tidak dikenal sedang memanggil. Tanpa curiga, Lail pun segera mengangkat panggilan tersebut.
"Halo" Tuturnya memulai percakapan
"Halo ini siapa?" Suara di balik telepon itu bertanya dengan nada heran
"Halo, ini siapa? ayah di mana?" Lanjutnya lagi
"Ini siapa? Ayah siapa yang kamu maksud?" Tanya Lail kebingungan.
Sesaat kemudian ia baru teringat kejadian yang pernah ia alami 3 tahun lalu,
saat ia menelepon ke nomornya sendiri.
"Halo, haloo, halooo" suara itu kembali terdengar
Lail ketakutan. Ponsel itu terjatuh dari genggamannya. Di sana Lail masih mematung. Sepersekian detik sebelum akhirnya ia pun sadar dan segera mematikan sambungan teleponnya. Hatinya berdegup kencang. Ia meringkuk, menarik selimut dan memeluk lutut erat-erat. Telepon itu kembali berdering beberapa kali. Namun Lail tak punya nyali untuk mengangkat panggilan itu lagi.
"Apa yang sebenarnya terjadi?" Batin Lail menerka-nerka
Lail tampaknya menyadari sesuatu. Kini ia paham mengapa saat ia menelepon ke nomornya 3 tahun lalu, tidak ada riwayat panggilan yang tertinggal di ponselnya. Karena ternyata telepon umum di sekolahnya itu justru menelpon dirinya di masa depan. Entahlah, ia tak mau ambil pusing memikirkan hal itu. Sampai akhirnya ia pun terlelap dalam tidur siangnya.
_TAMAT_